Dispermades Adakan Percepatan Pecairan DD



KOTA - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) kabupaten Pati telah memanggil 62 Kepala Desa (Kades) yang belum  mencairkan Dana Desa (DD) tahap pertama senin (13/5) lalu. Dalam kegiatan tersebut, Dispermades mengadakan percepatan bagi desa yang belum mencairkan DD, yakni sesuai kesepakatan bersama yang telah dilakukan oleh para kepala desa, batas waktu pengajuan pencairan DD sampai hari sabtu (18/5) nanti.

Seperti yang di ketahui bersama, DD dapat di cairkan melalui tiga tahapan, sehingga Desa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut. Yakni pada tahap pertama paling cepat bulan Januari dan paling lambat minggu ketiga Bulan Juni, dengan persentase 20 persen. Sementara itu untuk tahap kedua akan berlangsung paling cepat pada bulan Maret dan paling lambat  minggu keempat bulan Juni sebesar 40 persen. Sementara tahap ketiga akan paling cepat pada bulan Juli dengan persentase 40 persen.

Kabid Pembangunan Desa Dispermades Pati, Sunaryo menjelaskan jika dalam pengelolaan DD pihaknya menggandeng Kejaksaan Negeri (Kajari). Yakni dengan bekerjasama dalam menjaga desa. " Selain itu kami juga menggandeng Polres, dengan peran pengawalan dan pengamanan dana desa. Kemudian juga dari Badan Penyelidik Keuangan (BPK) telah memberikan materi dan pengarahan terkait kepatuhan dan pertanggung jawaban pengelolaan DD dan ADD, " jelasnya (16/5) kemarin.

Lebih dari itu Sunaryo mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan tim fasilitasi tingkat kabupaten, yakni Dispermades sebagai koordinator, dengan menggandeng Inspektorat Kabupaten Pati, BPKAD, DPUTR, Bagian tata pemerintahan setda kabupaten pati, bagian hukum setda, bagian ULP Setda dan Kantor BAPPEDA Kabupaten Pati.

"  Ada delapan dinas teknis OPD yang tergabung dalam tim fasilitasi pengelolaan dana desa yang bekerja sama dengan tingkat vertikal. Baik itu kajari maupun kepolisian dalam mengelola DD dari mulai tahap pertama sampai dengan tahapan ketiga, " Ujarnya lebih lanjut.

Dirinya berharap agar kepala desa mengelola DD dengan mematuhi peraturan yang berlaku. Agar direncanakan dan dilaksanakan secara akuntabel dan transparan. Sehingga masyarakat bisa menerima hasil manfaat dari pada pengelolaan DD. " Masyarakat bisa lebih maju, mandiri, sejahtera karena infrastruktur desanya bagus dan mandiri sehingga sumber pendapatan desa lebih meningkat. Dan sejahtera bagi aparatur desa, bagi lembaga desa dan masyarakat desa di seluruh kabipaten Pati, " ungkapnya.

Untuk pendapatan Dana Desa, ditahun ini paling banyak adalah desa Klakah Kasihan kecamatan Gembong, dengan besaran 2.176.613.000 rupiah. Sedangkan desa yang mendapatkan DD paling kecil adalah Desa Kebonsawahan Kecamatan Juwana dengan nominal 739.351.000 Rupiah.

 " Setelah pencairan, maksimal sepuluh hari kerja harus dilaksanakan kegiatan dan secepatnya melakukan pertanggungjawaban. Sepuluh hari harus sudah melaporkan kegiatan yamg dilaksanakan. Bagi desa yang tidak melampirkan SPJ minimal 75 persen, maka sebagai sanksinya, Desa tidak bisa mencairkan DD di tahap berikutnya, " jelasnya.

Dalam peraturan Menteri Desa Pembangun Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) nomor 16 tahun 2018 tentang prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2019 adalah digunakan dalam 4 kegiatan, yaitu pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan dan kemasyarakatan. Akantetapi dalam pelaksanaannya, lebih di prioritaskan dalam hal pembangunan dan pemberdayaan.

Untuk Besaran DD tahun 2019, sejumlah 417.038.558.000 M. Sedangkan ADD mencapai 142.158.050.000 yang di peruntukkan dalam 5 aspek. Yaitu Pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, kemasyarakatan dan Tak terduga. ( ang)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Dispermades Adakan Percepatan Pecairan DD"

Posting Komentar

HAK JAWAB DAN KOREKSI BISA DIKIRIMKAN KE EMAIL KAMI ATAU BISA DITULIS DI KOLOM KOMENTAR