Pro dan Kontra Penutupan Depo Kali di Tlogowungu

Lokasi Penambangan Galian C di Desa Lahar

kabardesaonline.com, Tlogowungu - Dalam beberapa pekan ini tengah hangat perbincangan di masyarakat terkait ditutupnya penambangan golongan C atau yang akrab dikenal oleh masyarakat dengan “Depo” oleh Pemerintah Daerah melalui instansi terkait, dalam hal ini yang berwenang adalah Balai ESDM Kabupaten Pati dan Propinsi Jawa Tengah.


Salah seorang pengelola penambangan batu dan krokol di wilayah Tlogowungu yang enggan untuk disebutkan namanya kepada kabardesaonline.com belum lama ini mengaku tidak setuju dengan penutupan depo tersebut, lantaran dia sudah membeli lahan dengan harga belasan juta rupiah dan hingga penutupan tersebut dilakukan ia belum sampai balik modal.

Di tempat berbeda, Mukiyo (42) bukan nama sebenarnya mengatakan bahwa saat ini ia dan juga rekan-rekannya bingung karna tidak bisa lagi bekerja, karna memang selama ini Mukiyo dan juga puluhan penduduk desa Lahar - Tlogowungu lainnya sehari-hari mencari nafkah di depo DAS (Daerah Aliran Sungai) tersebut.

Berdasarkan penelusuran kabardesaonline.com di lapangan, setelah menemui beberapa warga dari berbagai desa, khususnya dari Desa Lahar dan Desa Tajungsari, tidak sedikit yang mendukung penutupan aktifitas penambangan yang diduga tidak berijin dan dilakukan di DAS (Daerah Aliran Sungai) tersebut.

“ Kalau penambangan tersebut dilakukan di tanahnya sendiri, dan tidak merusak sungai yang sejak dahulu sudah ada tidak masalah, itu hak mereka, karna di tanah mereka sendiri.  Yang menjadi masalah adalah penambangan tersebut semakin meluas dan merusak sungai. Akses warga yang hendak ke sawah atau ladang menjadi sulit karna tepian sungai menjadi jurang yang tidak bisa dilalui ” tutur salah seorang warga kepada kabardesaonline.com Minggu,11/09/2016.

Selain alasan yang dikemukakan oleh salah seorang narasumber yang minta identitasnya dirahasaikan tersebut ada juga alasan lain dari beberapa warga yang kontra terhadap aktifitas depo tersebut.  Mereka yang rata-rata adalah petani mengeluhkan terjadinya kerusakan sungai yang begitu masif, menganggu pengairan sawah, rusaknya ekosistem sungai, dan dampak buruk lainnya yang tentu tidak akan dapat diperbaiki dalam puluhan tahun ke depan.


Namun, mereka yang sejak dahulu tidak setuju terhadap Penambangan Golongan C di Sungai tersebut tidak ada yang berani melakukan protes terhadap pihak yang berwenang baik secara pribadi maupun bersama-sama. (aif)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pro dan Kontra Penutupan Depo Kali di Tlogowungu"

Posting Komentar

HAK JAWAB DAN KOREKSI BISA DIKIRIMKAN KE EMAIL KAMI ATAU BISA DITULIS DI KOLOM KOMENTAR