Kenalpot Berasap wajib pasang stiker KENALPOT MEMBUNUHMU ?

foto : kompasiana

Sebelum membaca sampai akhir tulisan ini sebaiknya para pembaca sudah paham apa itu yang disebut Propaganda
Dalam bahasa yang sangat sederhana propaganda dapat diartikan sebagai sebuah hipnotis masal atau penanaman opini di alam bawah sadar manusia secara massif dan keberlanjutan.
Propaganda juga terjadi pada “rokok”, dimana rokok diserang habis-habisan oleh mereka yang mengaku sebagai “aktivis peduli kesehatan”, tak terkecuali juga Pemerintah yang entah terpaksa mengikuti arus mainstream atau memang juga sudah terlanjur termakan oleh propaganda soal “bahaya rokok” tersebut.

Berbicara soal bahaya, setiap zat yang ada di alam ini hampir semua mengandung bahaya, bila dikonsumsi secara berlebih, bahkan “bayam” sayuran hijau yang kaya akan gizi tersebut juga dapat menimbulkan penyakit mematikan jika dimakan secara berlebih.
Menimbulkan Kecanduan ?
Tidak ada ukuran dan indikator yang pasti untuk mengategorikan bahwa suatu hal atau makanan menimbulkan kecanduan, bahkan belanja di mal atau minimarket juga bisa disebut menimbulkan kecanduan.
Inti dari paragraf pembuka di atas adalah mengajak para pembaca agar tidak mudah menelan mentah-mentah dogma atau propaganda terhadap sautu hal sebelum mencari pembanding atau referensi dari sumber lainnya, tak terkecuai terhadap “tembakau” atau rokok.
Bukan rahasia lagi, bahwa ada Kekuatan Besar dibalik propaganda anti rokok tersebut, semua semata-mata adalah demi kepentingan "bisnis", perang ekonomi !

Kalau mereka mengutuk perokok atas nama pemborosan, kenapa mereka tidak mengutuk bila setiap jalan berdiri toko makanan dan pakaian yang harganya "selangit" padahal untuk menutup badan cukuplah dengan pakaian murah saja
Dan kenapa mereka tidak mengutuk para pembeli "burung kicau" yang harganya ratusan ribu sampai ratusan juta, Batu Akik yang harganya milyaran rupiah.
Bila benar mereka peduli kesehatan, kenapa membiarkan makanan cepat saji junk food yang berjajar rapi di setiap sisi jalan di seluruh Indonesia, yang jelas-jelas menurut dokter itu juga sumber kangker dan kolesterol.
Dikutip dari membunuhindonesia.net Banyak orang percaya dan menganggap asap rokok sebagai zat berbahaya. Keyakinan itu membuat mereka sangat antipati dan membenci asap rokok karena di dalamnya mengandung radikal bebas yang berpotensi menimbulkan beragam penyakit. Tapi, mereka sendiri tidak pernah peduli terhadap asap kendaraan bermotor. Padahal emisi kendaraan bermotor juga membawa bibit-bibit kanker di perut, di usus, di kandungan, dan di mana saja ia hinggapi.
Sebagai pencemaran udara, polusi dari emisi gas buang kendaraan ternyata lebih berbahaya dari merokok. Dalam asap kendaraan bermotor terdapat sekitar 1.000 unsur beracun. Gas buang dari kendaraan bermotor ini tidak hanya memicu penyakit fisik tapi juga bisa memicu penyakit mental, yaitu sifat agresif dan gelisah.
Menurut pengamatan Pusat Penelitian Masalah Perkotaan dan Lingkungan (PPMPL), dari sekian banyak knalpot, berhamburan zat beracun berupa CO (carbon monoxida). Kadar CO yang terhirup akan memasuki tubuh melalui paru-paru dan akan bersenyawa dengan hemoglobin (Hb) membentuk COHb. Hemoglobin sendiri berfungsi sebagai pembawa oksigen ke sekujur tubuh.
Namun, kemampuan hemoglobin untuk mengikat CO adalah 200 hingga 300 kali lebih besar dibanding dengan kemampuannya mengikat oksigen. Akibatnya, oksigen di dalam darah berkurang sehingga membuat orang merasa pusing, pingsan, bahkan bisa juga meninggal dunia. Semakin banyak CO yang terkandung dalam darah semakin besar ancamannya terhadap kesehatan.
Menurut World Bank, 70 persen sumber pencemar berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor. Laporan dari World Bank pun menyebut bahwa kandungan timbal dari asap knalpot dapat menyebabkan menurunnya tingkat kecerdasan, meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan hipertensi. Kandungan timbal juga dapat menurunkan tingkat kecerdasan terutama pada anak-anak, menurunkan fertilitas, dan kualitas spermatozoa.
Bagi ibu hamil, timbal yang masuk ke dalam tubuh, baik yang melalui udara maupun makanan, akan mencemari otak anak sejak berada di dalam rahim. Timbal akan mengganggu pertumbuhan dan fungsi otak ketika janin dilahirkan sehingga kecerdasannya pun terganggu. Penumpukan timbal yang terjadi itulah yang juga menyebabkan timbulnya berbagai penyakit.
WHO memperkirakan bahwa setiap tahun polusi udara menyebabkan 800.000 kematian di seluruh dunia. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa kanker paru merupakan penyebab kematian tertinggi. Hampir 90% pengidap kanker paru tidak bisa diselamatkan, karena jika sudah akut, dengan mudah kanker akan menyebar ke jaringan tubuh sekelilingnya seperti hati, tulang belakang, dan otak melalui pembuluh darah. Kanker paru telah membunuh lebih dari sejuta orang setiap tahunnya, dan saat ini menjadi pembunuh utama.
Di Indonesia sendiri, kendaraan bermotor menyumbang sekitar 26 persen dari total emisi yang dihasilkan dan menyebabkan 60-90 persen dari seluruh polusi di negara-negara industri. Dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang tinggi menyebabkan pencemaran udara di Indonesia menjadi sangat serius.
Oleh karenanya, kita semua yang sejatinya menginginkan hidup sehat, harus berlaku adil terhadap dua fenomena ini. Bahwa ada yang menganggap asap rokok itu berbahaya meski tanpa didasari kajian maupun teori yang kuat, tetap harus diberi kesempatan mengutarakan pendapatnya. Tapi akan lebih bijak bila sikap patriotik kita dalam menjaga kesehatan ini, dapat terbuka dan peduli bahwa ada bahaya yang jauh mengancam masyarakat Indonesia, yakni: asap kendaraan bermotor.

Nah ! bila dalam setiap bungkus rokok wajib mencantumkan tulisan “Merokok Membunuhmu” maka biar adil Pemerintah juga harus mewajibkan memasang stiker bertuliskan “Knalpot Membunuhmu” (red)

Baca Juga : Harga Rokok akan turun Rp 5000 per bungkus isi 20 Batang ?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenalpot Berasap wajib pasang stiker KENALPOT MEMBUNUHMU ?"

Posting Komentar

HAK JAWAB DAN KOREKSI BISA DIKIRIMKAN KE EMAIL KAMI ATAU BISA DITULIS DI KOLOM KOMENTAR