Harga Rokok akan turun Rp 5000 per bungkus isi 20 Batang ?




kabardesaonline.com - Baru-baru ini sedang ramai pemberitaan di media online maupun elektronik soal isu kenaikan harga rokok menjadi Rp 50.000, per bungkus.  Sontak hal tersebut memancing reaksi yang beragam dari masyarakat.

Sebagian masyarakat dan aktivis yang merasa “benci” dengan rokok mendukung isu tersebut dengan menyebar link berita dengan ditambahi caption tulisan “mengejek”  para perokok. Sebagian lagi menolak, karna mungkin sebagai perokok aktif atau mungkin yang menolak itu hidup dari usaha Kretek atau juga sebagai petani tembakau.

Lalu apa komentar Pemerintah terkait isu tersebut ?
Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dikabarkan tengah mengkaji adanya usulan untuk menaikkan harga rokok hingga dua kali lipat atau menjadi Rp 50 ribu per bungkus.  DJBC harus mempertimbangkan dari sisi aspek ekonomi apabila ingin menaikkan tarif cukai rokok sehingga perusahaan terpaksa menjual rokok seharga tersebut.
"Harga rokok jadi Rp 50 ribu per bungkus adalah salah satu referensi yang dikomunikasikan," ujar Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi di Jakarta, Rabu (17/8/2016). Seperti dikutip dari m.liputan6.com

Menurutnya, pemerintah harus mempertimbangkan usulan tersebut bukan saja dari sisi kesehatan, tapi juga dari aspek ekonomi, seperti industri, petani dan keberlangsungan penyerapan tenaga kerja.

"Jadi kita harus komunikasikan dengan seluruh stakeholder, baik yang pro kesehatan maupun yang pro industri, petani karena pasti ada tarik ulur di situ. Kalau cuma dengarkan salah satunya, bisa bangkrut itu," jelas Heru kepada awa media.

Kenaikan harga rokok yang terlalu signifikan akan berdampak negatif bagi industri. Bahkan efek buruk lainnya, sambung dia, marak peredaran atau penyelundupan rokok ilegal.
Alih-alih mengontrol peredaran dan konsumsi rokok, justru bila wacana kenaikan harga rokok sampai 50 ribu ini diterapkan malah akan membuat peredaran rokok tanpai cukai semakin meledak (red)

Seperti yang banyak terjadi belum lama ini, rokok tanpai cukai beredar luas hampir di seluruh wilayah di Indonesia, mulai harga Rp 2.500,- sampai Rp 5.000,-
Seperti yang terjadi di Blora – Jawa Tengah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Blora, Dwi Santoso, mengatakan ditemukannya puluhan merek rokok bercukai palsu itu membuat pihaknya tertantang lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pedagang.
“Ini menunjukkan rendahnya daya beli masyarakat, sebab lebih tergiur produk dengan harga murah daripada mementingkan kesehatan, termasuk para pedagang, berpikir lebih praktis, harga murah dan cepat laku, sehingga kami akan bersinergi dengan lembaga terkait untuk lebih gencar melakukan sosialisasi,” katanya. (sumber : amti.id)
Lain halnya dengan di Kota Probolinggo, rokok tanpa cukai malah dijajakan bebas oleh pedagang dengan cara berkeliling dengan sepeda motor sehingga mudah didapati.
Diantara rokok tanpa cukai tersebut bermerk Mariboro. Harganya pun murah meriah hanya Rp5 ribu per bungkus, Minggu (31/7).
Salah satu peminat rokok ini, Suwarto, warga Kanigaran Kelurahan Kanigaran Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, menjatuhkan pilihannya untuk membeli rokok tanpa cukai itu.
Selain nikmat, harga rokok jenis ini juga terjangkau, karena lebih murah dari harga rokok pakai cukai. “Lebih enak, nikmat ketika dihisap. Demikian juga isinya lebih banyak dan harga murah,” katanya. (sumber : memo-x.com)
Di berbagai daerah lainnya juga terjadi hal serupa seperti di Batam, Sumatra, Riau, dan lain-lain, rokok perbungkus dengan isi 20 batang dijual dengan harga 5 ribu saja.  Bila Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai terhadap tembakau yang berimplikasi kepada naiknya harga rokok sampai 50 ribu per bungkus, maka peredaran rokok tanpai cukai yang harganya 5 ribuan rupiah itu akan semakin merebak, dan  semakin sulit untuk dapat dikontrol keberadaannya, bahkan mungkin lebih sulit daripada mengontrol peredaran narkoba.


“ Rokok itu hanyalah salah satu jenis barang konsumsi saja mas, tidak perlu dibuat heboh, kalau rokok dapat menyebabkan penyakit ini itu, Sate atau makanan-makanan lezat lainnya juga dapat menyebabkan penyakit serupa, apa perlu Sate dan Nasi Gandul misalnya juga dikenakan cukai ?, mengkonsumsi apapun itu, kalau berlebihan juga tidak baik ” tutur salah seorang perokok aktif yang enggan disebutkan identitasnya kepada kabardesaonline.com (aif)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Harga Rokok akan turun Rp 5000 per bungkus isi 20 Batang ?"

Posting Komentar

HAK JAWAB DAN KOREKSI BISA DIKIRIMKAN KE EMAIL KAMI ATAU BISA DITULIS DI KOLOM KOMENTAR