MIRIS ! pengakuan ABG “ eks karyawati salon plus2 di Pati (obrolan eksklusif)


ilustrasi

kabardesaonline.com, Pati - Fenomena merebaknya salon plus-plus di kota Pati yang belakangan ini makin menjamur dan kerap kali disweeping oleh Satpol PP namun masih saja eksis keberadaannya menarik perhatian tim kabardesaonline.com untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi di dalam tempat prostitusi berkedok salon kecantikan atau beauty care tersebut.


 
Satuan Sabhara Polres Pati melakukan razia di sejumlah salon plus-plus di Pati, tak lama ini.
(foto : MuriaNewsCom
)

Di bawah nanti akan dirilis transkip obrolan via short message service (SMS) dari mantan karyawati salah satu salon plus-plus dengan salah satu reporter KDo (kabardesaonline.com).

Sejumlah petugas Polres Pati melakukan penyisiran salon plus-plus baru-baru ini.
(foto :
SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Publikasi ini TIDAK ATAS SEIJIN narasumber, akan tetapi demi kepentingan bersama meminimalisir dampak negatif dari modus operandi yang sering dipakai para pengelola salon plus-plus tersebut transkip obrolan ini tetap kami publikasikan khususnya bagi para orang tua yang punya anak gadis agar bisa lebih ekstra hati-hati.
Nama dan alamat yang bersangkutan tidak akan diungkap sesuai dengan kaidah dan kode etik Jurnalistik yang berlaku.

Reporter adalah rekan dari Narasumber sendiri dan sudah saling kenal sejak tahun beberapa tahun silam.
(wawancara asli dengan bahasa jawa dan telah kami ubah ke bahasa Indonesia.)
Reporter  : hai apa kabar Yanti ? lama tak ada kontak,
Yanti (bukan nama asli) : kabar baik, kamu gimana ? tumben SMS ?
Dilanjutkan dengan obrolan basa basi sekitar 5 menit, dan sampailah ke obrolan inti seputar salon plus-plus seperti di bawah ini :
Reporter : masih ada kontak nggak sama teman-teman lama di salon ? PIN BB atau FB ?
Yanti : sebagian besar sudah nggak kontak, ngapain tanya ? mau jajan tow ?
Reporter : nggak iseng saja, ada teman yang rencana mau coba servicnya.
Yanti : datang langsung ke salon aja tow ya !
Reporter : gak ah, sungkan katanya, kalau sudah dicalling dulu kan enak pas COD !
Yanti : gitu ya, yaudah nanti tak cariin kontaknya, sabar suruh ngempet aja dulu.. hihihi
 Reporter : kamu nggak balik aja ke salon napa ?
Yanti : gak ah, bisa dihajar suami nanti !
Reporter : lha kan suami nggak tahu kalau kerjanya di salon gituan, taunya kan cuma di salon biasa.
Yanti : ya pasti tau lah ! kalau saya bawa pulang duit gede suami pasti curiga dong, duit dari mana coba ??
Reporter : iya ya, memangnya sebulan berapa gajinya ?
Yanti : kalau gaji pokoknya sih gak terlalu geDE ya, tapi sawerannya itu lho yang gedE.
Reporter : nyampe berapa biasanya ?
Yanti : misalnya kan gini, di depan kan udah ada tarip, crembath atau facial 150 ribu, pelanggan ya bayar sama maminya (pemilik salon) tetep segitu itu, 150 ribu, nanti tipsnya langsung dikasih si pelanggan sama kita-kita (pekerja), dari yang mulai 50 ribu mpe 300 ribu.
Reporter : wau lumayan itu, kok tipsnya beda-beda ?
Yanti : beda lah, tergantung layanan plus apa yg diberikan ?
Reporter : contohnya ?
Yanti : kalau sekedar minta handjob ya 50 ribu kita iyain,  kalau minta blowjob minimal harus 100 ribu lah…
Reporter : pernah nggak sampai ML ?
Yanti : sering lah..,, tapi kalau saya nggak pernah mau kalau diajak ML, takut saya, kalau teman-teman saya banyak !  
Reporter : ooh.. gitu,, emang nggak takut dilihat orang ?
Yanti : ya nggak, kan ada ruangan kususnya, kayak bilik-bilik gitu, kamar mandi juga ada di setiap ruang.
Reporter : ada nggak yang datang sekedar pengen nyalon, potong rambut atau creambath biasa ?
Yanti : ya ada sih, tapi jarang, rata-rata yang datang kesini ya emang pengen gituan..
Reporter : kebanyakan yang datang muda atau tua ?
Yanti : banyaknya ya om-om gitu, kalau anak muda mana ada duit.
Reporter : kalau misal nggak mau kasih layanan plus-plus gimana ?
Yanti : sebentar, anak saya bangun.
(Setelah nunggu kira-kira 15 menit baru dapat balasan dari Yanti)
Yanti : dimarahin sama mami dong, lama-lama bisa dipecat kita, kan biasanya kita setiap anak kan udah punya pelanggan tetap sendiri-sendiri, jadi kalau kita nggak ada pelanggan otomatis mami tahu kalau servic kita nggak memuaskan.
Reporter : anak kamu gimana ?
Yanti : udah tidur lagi.
Reporter : emm, teman-teman kamu memang nggak pada takut kalau diajak ML ? kan rata-rata masih pada ABG ?
Yanti : ya nggak dong.,, kan pakai pengaman,, lagian mereka kan ya udah biasa sering nglakuin sama pacarnya.
Reporter : wah harus selalu siap k*nd*m di tas dong,,
Yanti : nggak usah, mereka (pelanggan) udah pada bawa sendiri kok..
Reporter : sory nih ya sebelumnya, kamu dulunya kok bisa ikut masuk ke salon gituan ?
Yanti : ya mau gimana lagi, cari pekerjaan sulit, lagian sebenarnya banyak yang nggak tau kalao kerjanya gituan.
Reporter : maksudnya nggak tau gimana ?
Yanti : maksudnya gini lho..,, kita kan waktu itu masih lugu ya, baru aja lulus SMA, kan pengen banget dapat kerja, waktu itu kita lagi nongkrong2 sama teman-teman, lalu ada tante-tante pakai matic nyamperin kita, terus kita ditawarin kerja di salonnya, katanya sih pekerjaannya cuma potong rambut sama creambath aja,, kalau langsung dikasih tau kerjanya kayak gitu kita pasti nolak lah ! awalnya kita nggak langsung mau, tapi kita ditelfon terus, kan tante-tante itu minta nomer kami. Akhirnya kita mau setelah dijanjikan gaji 800 ribu perbulan, kan lumayan gedE gaji segitu di wilayah Pati.
Reporter : Lha kan setelah kerja udah tau, knapa nggak langsung stop aja ??
Yanti : si mami nya itu udah pinter kali, di awal-awal ya kita nggak diminta langsung layanin om-om kayak gitu,, awalnya ya diajarin potong cuci rambut atau pijat-pijat kepala gitu.., kan kita nggak curiga..
Reporter :  ooh, lha mulai disuruh kasih layanan plus-plus setelah berapa lama ?
Yanti : lupa aku,, udah ah ! kok malah tanya2 terus soal gituan, kalau pengen nyoba aja sana ! :D
Repoterter : hahaha,, pengen tau aja, nanti kalau sudah paham aku tak bikin salon, kamu yang jadi managernya,, :D
Yanti : halah, omdo, ada info lowongan nggak ? udah kelamaan nganggur ni.
Reporter : ada, nanti tak kasih tahu, tapi jawab dulu pertanyaan yg tadi
Yanti : pertanyaan yg mana ?
Reporter : itu yg soal setelah berapa lama disuruh kasih layanan plus-plus..
Yanti : ya gak pasti sih ya, beda-beda, tergantung kitanya juga, kalau kita udah paham sistem kerja di situ ya nggak usah disuruh sama mami.
Reporter : maksudnya ?
Yanti : ya kan kalau kita pas lagi ngumpul sama mbak-mbak yang udah lama kerja di situ kan kita sering ditanya-tanya atau diceritain pengalaman mereka.
Reporter : oh gituuu, kalau kamu sendiri yg sering diminta kasih servic apa ?
Yanti : paling ya cuma handjob
Reporter : kalau blowjob nggak pernah ?
Yanti : pernah sih tapi jarang mau saya, kecuali kalao dikasih duit lumayan banyak baru saya oke-in.
Reporter : lho.. berati tawar menawar dulu ?
Yanti : iya lah…,, duit di tangan baru kita kerja.
Reporter : pengalaman pertama kali kasih layanan plus-plus gimana ? grogi, takut, atau gimana ?
Yanti : kalau menurutku sih biasa aja ya, kalau istilahnya mengalir..,, kan mula-mulanya kita disuruh mijit, atau crembath, kan sambil ngobrol juga sama pelanggannya, jadi terbawa suasana aja, lalu tangan saya ditarik diarahin ke ********* nya dia.
Reporter : lha kamu kok nggak nolak ?
Yanti : awalnya sih malu-malu ya, saya tarik lagi tangan saya, begitu disodorin duit ratusan ribu 2 lembar ya saya oke aja,, hihihi,  lha wung pas lagi butuh duit re.
Reporter : kalau misal saudara kamu ada yg kerja di salon gituan gimana ?
Yanti : kalau bisa jangan deh, resikonya terlalu besar, kalau ketemu pelanggan yang gila.
Reporter : gila gimana maksudnya ?
Yanti : ya…. yang suka maksa-maksa gitu, habis gitu nggak ngasih duit, katanya sudah bayar banyak sama mami.
Reporter : kalau ditolak kan bisa..
Yanti : kalau orang udah napsu mau gimana lagi,, kan kita-kita pas lagi kerja wajib pakai baju seksi , jadi otomatis para pelanggan banyak yang kegoda.
Reporter : seksi kayak gimana ?
Yanti : ya… yang tipis-tipis gitu, sama pakai celena pendek..
Yanti : udah ah ya, aku mau tidur, udah jam 11 malam.
Reporter : oh yaa ! info lokernya besok tak inbox ke FB mu..
Yanti : udah ah ya, aku mau tidur, udah jam 11 malam.
Yanti : udah ah ya, aku mau tidur, udah jam 11 malam.
(Pesan yg terakhir tersebut dikirim beberapa kali, mungkin dikira gagal jadi dikirim ulang)
------------------------

Selain fakta-fakta yang terkuak dari transkip obrolan di atas, kabardesaonline.com juga sempat mewawancarai seorang teman yang pernah beberapa kali mencicipi kenikmatan di salah satu tempat bisnis esek-esek berkedok Spa dan salon di kota Pati tersebut. Sebut saja namanya Bambang, menurut Bambang (bukan nama sebenarnya) apa yang diceritakan eks pekerja salon plus-plus seperti transkip obrolan di atas persis sekali dengan apa yang dia saksikan, bahkan Bambang yang kebetulan juga memiliki seorang rekan wanita pengelola salon ++ membenarkan modus para pencari talent-talent ABG molek yang baru saja lulus sekolah.

Sudah seharusnya para orang tua berhati-hati bila memiliki anak gadis yang sudah mulai masuk ke dunia kerja, karna remaja gadis biasanya sangat rentan menjadi korban penipuan dan objek bisnis esek-esek. Selain minimnya pengalaman sehingga mudah diperdaya juga tak jarang yang dengan sukarela menjual kehormannya hanya demi bisa mendapatkan keglamouran, membeli baju-baju atau gadget mahal misalnya. (red)

Baca Juga : Kalau mau bikin Salon di kota Pati, Ini syarat-syaratnya.



PROMOSIKAN PRODUK / USAHA ANDA 
DENGAN PASANG IKLAN DI BLOG INI
PEMASANGAN KLIK DI SINI

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "MIRIS ! pengakuan ABG “ eks karyawati salon plus2 di Pati (obrolan eksklusif)"

HAK JAWAB DAN KOREKSI BISA DIKIRIMKAN KE EMAIL KAMI ATAU BISA DITULIS DI KOLOM KOMENTAR