“Budidaya Jamur” jadi solusi pengangguran yang menjamur

Kenyataan bahwa mencari pekerjaan semakin sulit memaksa para generasi muda agar lebih kreatif dan inovatif untuk menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri. Banyak sarjana yang menganggur tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang ideal, lebih-lebih bagi yang hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat SLTA saja.
Situasi dan kondisi itulah yang mendorong Aris (20) pemuda asal desa Lahar Kec. Tlogowungu - Pati untuk memutuskan terjun di bisnis budidaya Jamur Tiram. Memang bukan tergolong bisnis yang baru, namun budidaya jamur menurut pemuda lulusan Madrasah Aliyah ini dirasa masih memiliki prospek ke depan yang menjanjinkan.
Masih menurut Aris, sebagai salah satu komoditas pangan, jenis jamur yang memiliki nama latin Pleurotus ostreatus ini bisa diolah menjadi berbagai macam sajian. Bisa langsung dinikmati sebagai sayur/tumisan, bisa dibakar dibuat sate, dan untuk tujuan pemasaran jangka luas dan panjang bisa diolah menjadi crispy jamur.  Hal tersebut yang menjadi faktor bahwa pasar jamur tidak akan ada matinya.

Belajar Otodidak
Berangkat dari niat dan tekat untuk berwirausaha Aris belajar secara otodidak. Pertama dengan melakukan observasi langsung di tempat penangkaran jamur milik seorang master jamur yang dengan senang hati berbagi ilmu.
Setelah cukup melakukan pengamatan mulai dari tahap produksi sampai tahap pemanenan dan kuliah singkat beberapa teori mengenai jamur dari Pak Nur Huda sang masternya jamur, mulailah Aris mencari bahan untuk media jamurnya.



Kendala
Seperti semua usaha pada umumnya kendala pasti muncul di saat mulai merintis, hal itu juga dialami Aris.  Kesulitan mencari bahan dan tempat penyimpanan baglog mengawali ujian sebagai wirausahawan.  Setelah masalah tersebut teratasi masalah lain pun muncul, seperti sedikit baglog yang mau tumbuh, jamur yang terkena penyakit, dan sulitnya mencari plastik dan benih. Namun perlahan namun pasti masalah-masalah tersebut bisa teratasi dengan lebih banyak lagi belajar kepada yang lebih ahli dan dengan cara mencari infomasi-informasi terkait jamur dari internet.


Pemasaran
Sejauh ini pemasaran bisa dikatakan lancar, karna harga jamur relatif murah (sekitar 12.000 per kg) dan peminatnya pun banyak.  Selain dibawa ke pasar tradisional terdekat banyak juga orang sekitar maupun luar daerah yang langsung datang ke tempat untuk membeli.

Butuh Suntikan Modal
Memang modal utama dari suatu usaha adalah niat dan tekat si calon wirausaha itu sendiri. Namun setelah semua itu dimiliki (niat, tekat, ketekunan, dll) modal berupa uang pasti akan menghantui wirausahawan ketika hendak mengembangkan usahanya menjadi lebih besar.  Lebih-lebih di jaman sekarang ketika liberalisme menyulap masyarakat menjadi apatis terhadap lingkungan sosial, enggan untuk saling berbagi dan mempercayai, memaksa individu-individu harus memikirkan nasibnya sendiri-sendiri.
Kehadiran dan peran pemerintah masih setengah-setengah dalam memfasilitasi para pelaku usaha mikro. Memang sudah tersedia program pinjaman dengan suku bunga yang rendah yang khusus ditujukan untuk usaha rakyat. Namun pada prakteknya masih belum bisa mengcover kebutuhan rakyat, peminjam harus memiliki agunan minimal BPKB  untuk bisa mengajukan pinjaman ke Bank.  Alih-alih berniat membantu para pelaku usaha kecil justru fasilitas pinjaman dengan bunga sangat rendah tersebut malah dinikmati oleh orang-orang yang sebenarnya “tidak begitu” perlu untuk dibantu (red).
Keinginan Aris untuk mengembangkan bisnis jamurnya tersebut juga terbentur dengan kurangnya modal, seperti yang dirasakan oleh para wirausahawan pemula lainnya.



Menginspirasi

Suatu langkah Aris bersahabat dengan jamur yang awalnya coba-coba dan belum bisa dikatakan hebat luar biasa tersebut teryata bisa memberi inspirasi sederhana untuk yang lainnya. Sudah ada beberapa orang lingkungan sekitar yang mengikuti jejaknya menjadi Petani Jamur, dari yang baru berkonsultasi sampai yang sudah berproduksi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "“Budidaya Jamur” jadi solusi pengangguran yang menjamur"

Posting Komentar

HAK JAWAB DAN KOREKSI BISA DIKIRIMKAN KE EMAIL KAMI ATAU BISA DITULIS DI KOLOM KOMENTAR